INILAMPUNG -Bandarlampung- Penyatuan kepengurusan sepakbola yang terselesaikan di tingkat pusat, ternyata belum sepenuhnya dipahami pengurus daerah. Gara-gara perpecahan tahun-tahun sebelumnya, PSBL Bandar Lampung mungkin bakal menjadi korban lagi tahun ini. Penunjukkan PSSI agar PSBL menjadi tuan rumah Grup 3 Divisi I Liga Super Indonesia terkendala stadion.
Hingga kemarin, PSBL belum mendapatkan izin pemakaian Stadion Pahoman. Alasan yang disampaikan pihak pengelola, Dispora Bandar Lampung, stadion diapakai oleh Lampung FC. Begitu pula akan digunakan untuk acara yang diselenggarakan istri wali kota. Lucunya, kendati pihak panitia masih meminta agar bisa menggunakan di sela-sela waktu kosong, Dispora ternyata tetap tidak berani memberi izin. Mereka melempar persoalan ini ke Wali Kota Bandar Lampung.
Wali kota pun belum menyetujui pemakaian Stadion Pahoman. Alasan yang disampaikan, dia hanya mengetahui tim sepakbola PSBL telah berganti nama menjadi Lampung FC. Jadi, dia menganggap tidak ada PSBL yang lain. Sepertinya, Wali Kota hanya mendengar dari satu pihak. Padahal, PSBL yang telah berubah nama menjadi Lampung FC adalah PSBL versi Liga Primer Indonesia. LPI tahun depan sudah ditiadakan dan melebur ke Liga Super Indonesia.
Sementara PSBL yang bertanding di Divisi I Liga Super Indonesia merupakan versi LSI. Ini berarti PSBL yang akan berkompetisi mulai 16 Juni nanti adalah anggota resmi PSSI sebagai voters Solo. Lantas, bagaimana nasib PSBL selanjutnya? Apakah Wali Kota masih tidak mau mengakuinya? raka widjanarko
Bandarlampung - PSBL, tim sepakbola kebanggaan masyarakat Lampung, mencoba bangkit lagi di kancah persepakbolaan nasional. PSBL yang berjaya pada kurun waktu tahun 1996 - 2000 kini berada di Divisi I Liga Super Indonesia PSSI.
Tekad untuk kembali ke kancah persepakbolaan nasional ini diungkapkan Ketua Umum PSBL Makmur. Dia mengatakan PSBL mencoba bangkit dari keterpurukan dengan menjadi tuan rumah kompetisi Divisi I PSSI. PSBL bergabung di grup 3 bersama 6 tim lainnya.
Pertandingan kompetisi Divisi I PSSI ini akan bergulir mulai 16 hingga 28 Juni 2013. Makmur mengatakan PSBL akan berusaha bermain di kandang mereka, Stadion Pahoman. Meski begitu upaya ini tampaknya akan sedikit sulit, mengingat Stadion Pahoman juga tengah digunakan tim profesional Lampung FC, di level Divisi Utama Liga Primer Indonesia (LPI).
PSBL sebagai tuan rumah akan menghadapi PSP Padang, PS PLN Jambi, PS Pasaman, PS Payakumbuh, PS Padang Panjang, PS Sijunjung. Ketujuh tim akan memperebutkan 2 tiket ke babak berikutnya.
Makmur optimistis PSBL mampu meraih satu tiket ke babak berikutnya. PSBL harus mampu memaksimalkan potensi menjadi tuan rumah, terutama dukungan suporter dan lapangan pertandingan.
Hingga saat ini, PSBL masih rutin melaksanakan uji coba sebagai acuan tim pelatih menyusun komposisi ideal pemain. (
raka widjanarko)
MADRID, KOMPAS.com - Striker Liverpool, Luis Suarez, dikabarkan telah menyepakati kontrak personal dengan durasi empat tahun bersama Real Madrid. Namun, kesepakatan itu baru resmi terlaksana jika Liverpool mengizinkan pemain asal Uruguay itu hijrah ke Santiago Bernabeu musim depan.
Media asal Spanyol, Marca, mengabarkan Pere Guardiola, agen Suarez, telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Madrid, Florentino Perez, selama beberapa pekan terakhir. Menurut Marca, kedua belah pihak telah mencapai kata sepakat.
Dalam kesepakatan itu Madrid ditengarai bersedia menggelontorkan dana sebesar 40 juta euro (sekitar Rp 594 miliar), sedikit di bawah kontrak yang diinginkan Liverpool sebesar 47 juta poundsterling (sekitar Rp 698 miliar). Selain itu, Los Galacticos juga siap memberikan Suarez posisi utama sebagai penyerang tengah.
Namun, pembicaraan perihal kesepakatan kontrak Suarez ini baru akan teralisasi jika Madrid mendapatkan izin resmi dari Liverpool. Hasil negosiasi kontrak kedua klub itu diperkirakan akan segera diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Pere Guardiola sebelumnya dikabarkan Skysports, mengatakan, Suarez masih betah di Liverpool dan tidak berencana pindah pada bursa transfer musim panas ini. Namun, pernyataan itu berbeda dengan ucapan Suarez yang sempat mengaku sulit untuk menolak jika ada tawaran bergabung dengan Madrid.
"Menurutku, salah satu alasannya, orang Uruguay juga akan bangga. Namun, hingga kini belum ada tawaran resmi. Aku sudah berbicara dengan Brendan Rodgers (Pelatih Liverpool). Dia tahu apa yang aku inginkan dan memahami situasiku," kata Suarez.
sumber:
Kompas.com
Perhelatan Piala Champions Eropa mencapai puncaknya, Sabtu (25/5). Final sesama Jerman ini mempertemukan Bayern Muenchen melawan Borussia Dortmund. Di ajang Champions, Dortmund terakhir kali menjadi juara pada 1997, sementara Bayern pada 2001. Siapa bakal tampil menjadi jawara? Muenchen memang lebih berpeluang.
Adu strategi tingkat tinggi memang akan mewarnai partai puncak ini. Tetapi apapun yang dipersiapkan Juergen Klopp agar anak asuhnya bisa meredam aksi Aarjen Robben dkk. tampaknya sulit terwujud. Bagaimanapun Muenchen lebih menang secara ruh.
Indikator kuatnya Muenchen terlihat dari empat kali pertemuan melawan Dortmund. Tim berjuluk Hollywood ini menang 2 kali dan 2 kali imbang. Sementara Die Borussen, julukan Dortmund, masih kebingungan meramu formula menggedor pertahanan Muenchen.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Wembley tersebut merupakan pertemuan kelima di musim ini.Kalau kesulitan untuk beradu strategi, lantas apa yang harus dilakukan Klopp? Meramu semangat pastinya. Meski dalam empat kali pertemuan tak bisa menang, Dortmund punya catatan bagus sebelumnya: lima kali menang berturut-turut atas Die Roten di berbagai ajang.
Dan semangat ini pula yang akan sangat diwaspadai Bayern Muenchen. Apapun strategi yang disiapkan, motivasi yang kelewat tinggi adalah lebih menjamin kemenangan. Maka, Muenchen juga tak mau lengah. Mereka pasti sudah menelan pelajaran psikologis tentang motivasi. Kalkulasinya: adu strategi Muenchen menang, adu motivasi masih imbang. Lantas siapa tampil menjadi pemenang? raka widjanarko
Wigan manager Roberto Martinez believes his side can make their dreams come true with a shock victory over Manchester City in Saturday's FA Cup final. The Latics will join the likes of Sunderland, Southampton and Wimbledon in the Wembley history books if they overcome City and Martinez is aware of the impact such a win will have on the game. "You have to dream and the bigger the dream the bigger the achievement. Winning the FA Cup would be there forever," said the Spaniard. "Just arriving in the final is a photographic moment in the history of our football club. Winning a major trophy would take our club to a different level. "We are all well aware what this could mean. There are a billion people watching this game. It is one of those key moments that help develop awareness. "When we signed Roger Espinoza he was already a Wigan fan, which makes you aware of our exposure around the world is bigger than many people think. "But Saturday is as good as it gets and we need to take advantage. "When I came here in 1995 there were around 1,500 people watching us in what is now League Two. "Saturday we will be taking 21,000 to Wembley, which is incredible. "It is a great example of how football can develop in a town and what you can achieve with it. It is difficult to describe."
Wigan boss Roberto Martinez is hoping to complete a 'double' after watching his side lift the FA Cup for the first time in the club's history. Ben Watson's last-minute goal earned the Latics a 1-0 win over Manchester City at Wembley on Saturday but Martinez had little time for celebrations. The Spaniard instructed his players to take ice baths as his focus turned to the remaining two league games which will determine their Premier League fate. Wigan, three points adrift of safety in the relegation zone, play Arsenal on Tuesday at the Emirates before a final showdown next Sunday against Aston Villa at the DW stadium. Martinez said: "From a physical point of view I don't know how quickly we can recover from this. We are playing on Tuesday against Arsenal with a squad where we have six or seven players missing through injury. "But we always face adversity and we don't moan about it. We'll get on with it. We will be brave and hopefully get the points we need to achieve our aim. "It is a shame that the final couldn't be the final game of the season and we could have been enjoying and celebrating. "Today wasn't an accident. That doesn't happen by mistake or because we were lucky. I believe we can get enough points to stay in the league which would be like winning the title. We will fight hard to get the Double."